Dari Ruang Kelas ke Dunia: Dr. Rukminingsih, Sosok Inspiratif Revolusi Pendidikan Bahasa Inggris Berbasis Neuroscice
Pena Langit Publishing
Sosok Inspirasi
Di balik perubahan besar dalam dunia pendidikan, sering kali berdiri sosok yang bekerja dalam senyap—tekun, konsisten, dan berpikir jauh melampaui zamannya. Dr. Rukminingsih, S.S., M.Pd. adalah salah satunya. Akademisi yang kini menjabat sebagai Associate Professor Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Jombang, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, sekaligus Direktur Riset dan Pengembangan Ilmu Pena Langit Publishing ini telah mendedikasikan lebih dari 18 tahun hidupnya untuk satu misi: merevolusi cara bahasa diajarkan dengan memahami cara otak manusia belajar.
Di ruang kelas, Dr. Rukminingsih bukan sekadar pengajar. Ia adalah perancang ekosistem belajar. Kepakarannya dalam Neuroscience in English Language Teaching (ELT), Neuroeducation, Brain-Based Teaching, Artificial Intelligence, dan Teaching with Technology menjadikannya rujukan penting dalam lanskap pendidikan modern. Tak mengherankan jika namanya kerap diundang sebagai pembicara di berbagai negara—membawa gagasan bahwa mengajar bahasa bukan soal hafalan, melainkan tentang menyalakan potensi otak.
Sebagai dosen senior, peneliti, dan pelatih guru, ia membekali mahasiswa dan pendidik dengan keterampilan krusial abad ke-21: penulisan publikasi ilmiah, literasi digital, metodologi penelitian, bahasa akademik dalam pengajaran, hingga critical reading. Di tangannya, riset tidak berhenti sebagai laporan, tetapi menjelma menjadi praktik yang mengubah cara mengajar dan belajar.
Rekam jejak internasionalnya berbicara lantang. Dr. Rukminingsih aktif sebagai reviewer dan board editor pada berbagai jurnal bereputasi, termasuk International Journal of Instruction (Scopus Q1) dan jurnal internasional di Amerika Serikat. Ia juga dipercaya tampil sebagai keynote speaker, plenary speaker, dan resource speaker di forum-forum akademik global—dari Jepang, Malaysia, Oman, Pakistan, India, Filipina, Thailand, hingga Afrika dan Amerika Serikat. Jaringannya menguat melalui keterlibatan aktif dalam organisasi internasional seperti International Language Council (India), ICEPD Thailand sebagai Country Director Indonesia, ELTA Africa, dan *TEFL Kuwait.
Puncak pengakuan internasionalnya terlihat pada 2017, ketika makalah yang dipresentasikannya di International Conference Universiti Sains Malaysia terpilih sebagai empat makalah terbaik se-Asia. Setahun kemudian, ia kembali menorehkan prestasi dengan meraih Hibah Bantuan Seminar Luar Negeri dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk mempresentasikan riset Neuroeducation dalam pembelajaran Bahasa Inggris di Tokyo, Jepang. Dua capaian ini bukan sekadar penghargaan, melainkan penanda kuat bahwa gagasan dari Indonesia mampu berdiri sejajar di panggung dunia.
Perjalanan akademiknya ditempa melalui pendidikan sarjana di UNTAG Surabaya (1999), magister di Universitas Islam Malang (2012), dan doktoral di Universitas Negeri Semarang (2022). Kompetensinya diperkuat dengan sertifikasi nasional sebagai penulis nonfiksi dan reviewer karya ilmiah. Kontribusinya juga terdokumentasi dalam sejumlah buku, antara lain Brain-Based Approach for English as a Foreign Language Teaching in Higher Education (2024) dan Teaching English Using Songs (2024), serta berbagai buku metodologi penelitian pendidikan.
Dedikasi panjang itu terus berbuah. Hibah penelitian dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada 2023 dan 2024 menjadi pengakuan atas konsistensinya dalam mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis neurosains dan teknologi.
Di tengah dunia pendidikan yang kerap terjebak rutinitas, Dr. Rukminingsih hadir sebagai pengingat bahwa perubahan sejati lahir dari keberanian berpikir berbeda. Ia tidak sekadar mengajarkan bahasa Inggris ia mengajarkan cara manusia belajar. Dan dari ruang kelas di Jombang, gagasannya kini menggema ke dunia.
Editor: Redaksi
Penulis: Aang Fatihul Islam

