Profil dan Sejarah
Pena Langit Publishing lahir pada Desember 2023/2024 di Jombang, Jawa Timur, sebagai penerbit yang fokus mendukung dan memajukan dunia literasi di Indonesia, khususnya dengan memberi ruang bagi penulis dari berbagai latar. Penerbitan ini lahir karena adanya kegelisaan sebagai pendirinya, Aang Fatihul Islam sebagai seorang penulis yang telah melakukan perjalanan cukup panjang dibidang literasi menulis yang ingin membantu para penulis, khususnya penulis pemula agar karya meraka dapat dibantu untuk didampingi dan terbitkan. Alasan yang kedua, penerbitan ini lahir karena adanya isyarat langit yang kemudian menginspirasi pendirinya untuk menamakan penerbit ini dengan nama ‘Pena Langit Publishing’ yang berarti meleestarikan dan menajaga tradisi literasi menulis dengan tetap memandang langit atau ingat kepada Sang Pencipta. Maka moto Pena Langit Publishing adalah “Merawat Literasi, Menjaga Peradaban dan Memandang Langit”. Pena langit Publishing Pena Langit Publishing telah resmi menjadi anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dengan nomor keanggotaan 413/JTI/2024, yang menjadikannya penerbit yang diakui secara profesional dalam industri penerbitan Indonesia. Dalam dua tahun, Pena Langit Publishing telah mencapai beberapa hal penting:
Dalam usia dua tahun, Pena Langit Publishing telah mencapai beberapa hal penting:
- Menerbitkan buku dalam berbagai genre seperti referensi, sejarah, parenting, sastra, dan inspirasi.
- Mendirikan dan mengelola beberapa jurnal ilmiah, termasuk: (a) Indonesian Journal of Language Education, Applied Linguistics and Literature (IJLEALL, (b) Journal of Indonesian Sport Science (JISS), (c) Indonesian Journal of Business and Economics (IJBE), (d) PELAPIS: Jurnal Pengabdian Masyarakat. Semua jurnal ini dipublikasikan melalui platform ejournal.penalangit.id.
- Mengadakan kegiatan seminar, workshop dan pendampingan menulis ke berbagai institusi dan Lembaga di berbagai wilayah di Indonesia
- Menginisiasi Pena Langit Research Centre (PLRC)
- Kegiatan lain yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan zaman
