Aang Fatihul Islam: Menyalakan Cahaya Literasi dari Jombang
Dari sebuah kota santri bernama Jombang, lahir sosok pendidik, penulis, dan penggerak literasi yang konsisten menautkan dunia akademik, pesantren, dan kebudayaan: Aang Fatihul Islam. Lahir pada 21 September 1985, perjalanan hidupnya menjadi cermin bagaimana ilmu pengetahuan dapat tumbuh dari akar lokal, lalu menjalar ke ruang nasional hingga internasional tanpa tercerabut dari nilai-nilai spiritual dan kultural yang membentuknya.
Pendidikan formal Aang Fatihul Islam ditempuh secara berjenjang dan tekun. Ia mengawali pendidikan di MI Mambaul Maarif Karangdagangan (1999), MTs Bahrul Ulum Gadingmangu Perak (2002), dan MAN Denanyar Jombang (kini MAN 4 Jombang) (2005). Minatnya pada bahasa mengantarkannya menyelesaikan studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris di STKIP PGRI Jombang (kini Universitas PGRI Jombang) pada 2009. Jalan akademiknya berlanjut ke jenjang magister di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra (Inggris) Universitas Negeri Surabaya (UNESA), tempat ia lulus pada 2012 dan secara khusus berguru sastra kepada sastrawan besar Indonesia, Budi Darma, yang kala itu menjadi dosen pengampu mata kuliah sastra.
Di luar jalur formal, dunia pesantren membentuk fondasi spiritual dan kulturalnya. Ia pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren At-Taqwa Doro Karangdagangan, Mambaus Salam Pedes Perak, dan Mambaul Maarif Denanyar. Perjumpaan antara tradisi akademik dan pesantren inilah yang kelak mewarnai cara pandangnya dalam membaca teks, merawat sejarah, dan menulis kebudayaanmenjadikan ilmu tidak sekadar pengetahuan, tetapi juga nilai yang hidup dan membumi.
Karier pengabdiannya bermula dari ruang-ruang paling dasar pendidikan. Ia pernah mengabdi sebagai guru MI Mambaul Maarif Karangdagangan (2007-2010) serta tutor Paket B dan C di PKBM Eljimas (2006-2008). Ia juga sempat menjadi dosen Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya (2009-2011). Saat ini, Aang tercatat sebagai dosen tetap Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Jombang, sekaligus mengemban amanah sebagai Gugus Kendali Mutu (GKM) FKIP Universitas PGRI Jombang. Di ruang akademik, namanya dikenal sebagai editor buku, reviewer jurnal nasional dan internasional, serta narasumber dan pendamping penulisan artikel ilmiah dan buku. Konsistensinya dalam riset dibuktikan melalui berbagai hibah bergengsi, antara lain Hibah Penelitian Dosen Pemula (PDP) DIKTI selama empat tahun berturut-turut (2014-2017), PDUPT DIKTI (2019-2020), serta Hibah Penelitian Fundamental Regular KEMENRISTEK DIKTI (2023-2024 dan 2024). Ia juga dipercaya sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Program Kampus Mengajar 4 dan 6.
Dalam pengajaran, Aang mengampu mata kuliah lintas disiplin mulai dari Sejarah Sastra, Membaca Sastra, dan Kritik Sastra di Pendidikan Bahasa Indonesia; hingga Introduction to Literature, Literary Appreciation, Filsafat Pendidikan, Literature in Education, dan English for Pesantren. Pada 2021, ia dinyatakan lulus Uji Sertifikasi Penulis Buku Non-Fiksi BNSP, yang semakin menegaskan kapasitas profesionalnya di dunia kepenulisan. Aktivisme sosial dan keorganisasian menjadi ruang aktualisasi nilai yang ia pelajari di pesantren dan kampus. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris ALTI Cabang Jombang, Ketua Lingkar Studi Santri (LISSAN), Sekretaris Komite Sastra Dewan Kesenian Jombang (DEKAJO), Pembina UKM Penalaran Universitas PGRI Jombang (2014-2025), Pengurus Pusat ALTI, serta Pengurus Pusat IKA UNESA. Dalam khazanah ke-NU-an, Aang dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PC LDNU) Kabupaten Jombang. Melalui peran ini, ia meneguhkan gagasan dakwah kultural berbasis literasi dakwah yang tidak berhenti di mimbar, tetapi bergerak melalui tulisan, diskusi, pendokumentasian sejarah ulama, dan penguatan narasi Islam rahmatan lil 'alamin.
Di ranah publikasi ilmiah, Aang berperan sebagai Managing Editor IJLEALL dan IJGLOMI, serta reviewer di berbagai jurnal bereputasi. Namun denyut utamanya tetap berpulang pada literasi. Ia dikenal sebagai penulis produktif dengan lebih dari dua puluh judul buku, baik fiksi maupun nonfiksi yang menjelajah sastra, pendidikan, linguistik, keislaman, hingga sejarah lokal. Karya-karyanya seperti Introduction to Literature, Stilistika Antara Bahasa dan Sastra, English for Pesantren, Kanjeng Sepuh Jombang, Kyai Langit, Eduliterature, hingga Cahaya Sang Kiai menunjukkan ikhtiarnya merawat kearifan lokal dalam bahasa akademik yang bernas namun tetap membumi. Kesetiaan Aang pada jalan literasi tidak berhenti pada aktivitas menulis dan mengajar. Pengalaman panjang sebagai penulis, editor, dan pendamping kepenulisan membawanya pada kesadaran bahwa literasi membutuhkan ekosistem yang berkelanjutan. Dari titik inilah, pada tahun 2023, ia mengambil langkah berani dengan mendirikan Pena Langit Publishing, sebuah penerbitan buku independen yang lahir dari idealisme dan kerja panjang di dunia literasi. Dalam waktu dua tahun perjalanannya, penerbitan ini telah menerbitkan puluhan judul buku dari berbagai disiplin ilmu dan latar penulis.
Saat ini, Aang Fatihul Islam mengemban amanah sebagai Direktur Utama Pena Langit Publishing, sembari terus menjaga keyakinan bahwa menerbitkan buku adalah kerja peradaban: menyambung pengetahuan, merawat ingatan, dan menyalakan cahaya literasi agar tetap hidup lintas generasi. Kiprahnya juga meluas ke ruang publik. Ia kerap diundang sebagai narasumber di berbagai institusi formal dan komunitas literasi, menjadi pengisi podcast Radio Suara Jombang FM, serta aktif dalam Pojok Literasi Sejarah Jombang dengan tema Menulis sebagai Self-Healing. Ia terlibat dalam pendokumentasian sejarah ulama Nusantara bersama PCNU Nganjuk Center dan dipercaya Penerbit KBK Kreator Yogyakarta untuk memberikan pelatihan konversi naskah penelitian menjadi buku. Pengakuan terhadap kiprahnya datang dari berbagai pihak, termasuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jombang yang mengundangnya sebagai pembicara bedah buku Kanjeng Sepuh Jombang di Gedung Bung Tomo, bersama KOMPAS Jombang, dalam dialog sejarah dan kepemimpinan Jombang.
Saat ini, Aang Fatihul Islam tengah meneliti Jejak Laskar Pangeran Diponegoro di Jawa Timur, sembari terus menulis di berbagai media cetak dan daring. Baginya, menulis bukan sekadar aktivitas intelektual, melainkan jalan pengabdian menyambungkan ilmu, sejarah, dakwah, dan nilai kepada generasi hari ini dan esok. Dari Jombang, Aang Fatihul Islam menegaskan satu keyakinan: bahwa cahaya pengetahuan akan selalu menemukan jalannya, selama ada manusia yang setia merawatnya.
-
Editor: Redaksi
Penulis: Miftakhul Jannah
Sumber : NU Online

