Jejak Sunyi Garis Khatulistiwa adalah perjalanan batin yang ditulis dalam bahasa cahaya dan bayang- bayang. Antologi ini merangkum bisikan alam yang tumbuh di sepanjang garis tengah dunia tempat matahari menggantung paling dekat, tempat waktu terasa berhenti sejenak sebelum kembali berlari. Melalui bait-bait yang lembut namun tajam, buku ini menelisik sunyi yang sering luput dari pandangan: suara angin yang menyimpan kisah, tanah yang menampung langkah-langkah rindu, dan langit yang merekam rahasia manusia yang tak terucap. Dalam setiap puisinya, khatulistiwa bukan sekadar batas geografi, melainkan ruang perjumpaan antara jiwa dan semesta. Di sana, pembaca diajak menyusuri jejak yang tidak terlihat jejak yang diam, namun sesungguhnya selalu berbicara.